Selasa, 24 Februari 2015

ANEH !!!


Pagi hari di bulan Ramadhan itu, aku sedang bercengkrama dengan beberapa kawan di sebuah tempat asing bagiku. Sungguh ketika orang-orang melihatnya akan mengatakan "Inilah mungkin salah satu dari 8 surga itu...". Tempat di tepi laut yang sepi dan berangin sepoi-sepoi itu memang menjadi surga juga bagiku dan kawan-kawan yang saat itu bersantai sambil berbincang dengan sangat nyaman. Bahkan sama sekali tak terasa kalau kami sedang berpuasa. Back sound kicauan-kicauan burung menambah nyaman perasaan dan hati kami saat itu.

Aku berdiri merenggangkan badan dan asyik menikmati pemandangan dan segarnya udara di pagi itu. Egois sekali aku saat itu, rasanya ingin menghabiskan sendiri oksigen berkualitas tinggi lagi gratis pemberian Sang Kuasa yang memenuhi tempat itu. Sementara itu kawan-kawanku sedang melanjutkan obrolan mereka. Nampak sekali pancaran kebahagiaan dari mereka. Terlihat dari seringnya mereka bercanda dan tertawa.

Aku menarik nafas panjang sekali sambil merasakan nikmatNya yang mungkin hanya bisa dirasakan sekali seumur hidup. Aku bersyukur sekali saat itu, lalu kuhembuskan nafas perlahan mengikuti irama angin yang menerpa tubuhku. Aku tak bisa menahan keinginan untuk tersenyum sebagai tanda syukurku saat itu.

Tiba-tiba "Duarrrrr........ ngiiiiiiiiiiiing......... whuusssssssssss buuuummmmmmmm...........". Jauh di depanku sana ada sebuah pesawat yang meledak dan terbakar di udara dan jatuh di belakang pulau di seberangku. Kami yang sedang bersantai terkejut dan secara spontan berdiri melihat kejadian itu. Kami saling bertanya-tanya tentang kejadian itu. "Pesawat apa itu?". "Bagaimana kondisinya?"."Bagaimana keadaan penumpangnya?". Tentu saja tak ada yang mampu menjawab.

Rasa panik, cemas, simpati, dan rasa-rasa lainnya berkumpul di dalam hati kami. Entah sejak kapan di tempat yang sepi itu tiba-tiba sudah penuh sesak oleh orang-orang yang penasaran, sama dengan kami. Seseorang diantara kami tiba-tiba langsung mengajak kami menaiki kapal kayunya yang sedang bersandar di sebelah barat dermaga. "Ayo, semua naik! Kita tolong mereka!", teriaknya. Kapal ukuran sedang itu ternyata sudah dipenuhi orang-orang berpakaian gamis putih-putih dan bersorban. Memakai tasbih di tangannya dan menggunakan kain hijau tua yang dikalungkan di leher mereka. Mereka duduk beralaskan karpet hijau polos yang sudah penuh. Reaksiku saat itu hanya langsung melompat ke kapal itu dan bergabung di samping mereka dan duduk di bagian yang tak kebagian karpet. Sama sekali tak berpikir apa resiko yang akan terjadi.

Belum juga aku nyaman dengan dudukku, suara mesin kapal sudah menggeram dan beberapa detik kemudian berjalan. Spontan aku berdoa "Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil adziim". Aku sangat kaget karena kapal tersebut justru berjalan ke arah dermaga dengan cepat. Aku hanya berpikir pasti kapal relawan beserta isinya yang aneh itu sebentar lagi menabrak dermaga dan akan tenggelam. Ternyata aku salah, sang nahkoda sudah sangat ahli dalam bermanuver. Seperti layaknya mobil di daratan, kapal itu membelok tajam ke kiri kemudian melaju kencang. Ini hal paling mustahil yang pernah muncul dalam hidupku. "Waah?", kataku tercekat tapi penuh pertanyaan. "Alhamdulillah... huufff", ucapku lega.

Aku berpindah ke bagian ujung depan kapal. Di sana aku bisa leluasa melihat arah laju kapal. Kapal itu melaju cepat ke arah utara menuju tempat jatuhnya pesawat tadi. Melewati beberapa kumpulan pohon bakau yang menghalangi. Salah seorang bapak yang bertugas sebagai awak kapal sempat bercerita padaku. "Beberapa waktu yang lalu di sekitar sini ada kapal yang karam. Kita mencoba membantu, tapi mereka menghilang tanpa jejak", ucapnya. Lalu tiba-tiba bapak itu loncat ke air dan mengarahkan kapal melewati sela-sela pohon bakau. Seperti berjalan di atas laut, meskipun kakinya terendam beberapa centi. "Tapi ini kan tengah laut", pikirku. Ah, aku tak tahu apa yang sedang terjadi dan tak peduli, yang jelas aku menikmati perjalanan tersebut.

Pemandangannya masih konsisten seperti di surga yang ku ceritakan tadi. Tapi aku sempat heran ketika tiba-tiba kapal itu turun ke daratan. Ya, laut ini lebih tinggi beberapa centi dari daratan itu. Anehnya, air laut tak mampu menggenangi daratan itu. Akhirnya kapal aneh itu melaju di darat dan berada di jalan umum bersama kendaraan darat lainnya. Semakin aneh kapal itu. Aku penasaran kenapa kapal aneh ini bisa berjalan di darat. Lalu aku sedikit melongokkan kepala ke bawah ujung kapal itu dan melihat ada sebuah roda di ujung kapal tersebut. "Sejak kapan kapal punya roda dan berjalan di darat? Aneh...", pikirku.

Kapal itu akhirnya kembali masuk ke laut. Cukup terguncang-guncang saat kapal masuk kembali ke laut. Cipratan-cipratan air laut sedikit membasahi kami. Tak terasa asin, justru segar. Kapal berhenti beberapa detik, kemudian melanjutkan perjalanan. "Oh, mungkin lagi ngelipet ban", pikirku sok tahu. Beberapa menit kemudian kami berhenti di sebuah pulau dengan sebuah bangunan yang berbatasan langsung dengan laut. Di sana ada beberapa anak tangga memanjang yang memisahkan laut dan bangunan itu sehingga memudahkan kapal kami bersandar. 

Entah kenapa perasaanku mengatakan bahwa kita berada di negeri tetangga Malaysia. Dan benar saja ketika salah seorang penumpang membenarkan perasaan saya. "Canggih sekali orang ini, bisa tahu perasaan orang", batinku. Aku berpikir bagaimana bisa sampai di negeri orang tanpa persiapan apa-apa dan dalam waktu singkat, sekitar 5 menit. Padahal untuk ke luar negeri membutuhkan surat-surat keimigrasian. Semakin aneh saja di sini, ketika sang penjaga bangunan menanyakan surat-surat kami dan salah satu penumpang kapal yang belakangan ku ketahui sebagai koordinator kami menjawab bahwa surat-surat kami sedang diurus dan nanti akan menyusul. "Emang boleh nyusul ya? Ah, ya sudahlah di sini kami ingin menolong korban pesawat bukan untuk yang lain apalagi untuk mencari jawaban dari hal yang membingungkan ini", pikirku.

Akhirnya kami diperbolehkan masuk menyusuri bangunan tersebut dengan diantar sang penjaga. Mirip kompleks bangunan sebuah sekolah tua. Di sana banyak tumbuhan-tumbuhan yang unik. Salah satunya adalah tumbuhan strawberry yang tumbuh pendek di pinggiran koridor yang kami lewati. Kami pun mengambilnya beberapa lalu memakannya. Aku lupa rasanya, sama sekali tak mirip dengan rasa buah strawberry yang pernah ku makan. Bentuknya pun aneh, lonjong tidak beraturan mirip jambu air. Tapi terdapat bintil-bintil pada permukaannya sehingga aku tak ragu menyebut ini strawberry.

Buah yang ku makan belum habis ketika aku melihat buah yang sama, tetapi berada di pohon yang berbeda. Kali ini buahnya berada di pohon kayu mirip pohon cemara yang cukup tinggi. Sepertinya terjadi persilangan alami antara kedua tumbuhan yang ku temui itu. Analisaku mungkin salah, karena menurut pelajaran biologi yang pernah ku pelajari mustahil hal itu bisa terjadi. Tapi itulah faktanya, fakta bisa dengan mudah mengalahkan segala teori yang ada.

Kami lalu melanjutkan pencarian pesawat yang jatuh itu sambil bercerita-cerita dengan asyik. Lebih mirip wisatawan daripada relawan.
Anehnya, setelah mencari-cari ternyata kami sama sekali tidak menemukan tanda-tanda adanya pesawat yang jatuh di sini. Semangat kami mencari mulai pudar. Meskipun begitu, tak ada rasa kecewa dalam diri kami walaupun tak jadi berpetualang menjadi relawan. Memang membingungkan ketika apa yang kami lihat begitu nyata tiba-tiba seperti hanya ilusi. Padahal kejadian itu sudah berhasil membuat kami panik dan spontan menggerakkan kami menuju pulau ini.

Aku teringat ucapan bapak yang bertugas sebagai awak kapal tadi. Kejadian ini mungkin mirip dengan kisahnya. Ini aneh dan misterius...

Akhirnya kami lebih memilih menikmati suasana sembari mengobrol dan bercanda seperti biasa dengan tetap menikmati buah strawberry "jadi-jadian" yang tinggal kami petik sesuka kami. Singkatnya, kami mengakhiri petualangan kami dan pulang hanya dengan berjalan kaki melewati jalan raya yang dilewati oleh kapal aneh itu. Kali ini tak ada lautan sama sekali. Bahkan tak jelas lagi di mana letak tempat yang kami sebut surga tadi. Tak ada siapa-siapa lagi, hanya aku sendiri yang seolah-olah sedang berjalan, padahal aku sedang diam. Sungguh membingungkan... 

Oh iya, sesampainya di pulau tadi aku tak pernah lagi melihat orang-orang berbaju putih dan bersorban yang ikut dalam kapal aneh itu. Bahkan aku sudah tak ingat bahwa aku sedang berpuasa sehingga bisa dengan lahap memakan buah strawberry yang ada di pulau itu. Itu berarti bertambah lagi daftar kejadian aneh dan di luar nalar yang ku alami saat itu.

Aku masih tak habis pikir....

ANEH!!!

Memahami Konsep Takdir Dari Serial Doraemon


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Minggu pagi (30/11/2014) kemarin, seperti biasa jika ada waktu luang pasti menyempatkan diri menonton serial doraemon yang tayang di RCTI.Kartun legendaris ini memang sejak dulu ceritanya tak pernah membosankan. Tapi baru kali ini melihat yang bener-bener bisa dipelajari dalam kehidupan. Dan kali ini betul-betul keren, membahas soal takdir.

Awalnya Nobita iseng menggunakan mesin waktu ke masa depan untuk melihat masa depan teman-temannya. Kemudian kembali lalu menawarkan teman-temannya untuk diramal.

Hal tersebut dilihat oleh seorang pemuda kurus dan miskin. Pemuda itu meminta diramal juga sambil memohon-mohon. Lalu diajaklah Nobita ke rumahnya. Rumahnya biasa-biasa saja dan cenderung jelek. Ia seorang yang bercita-cita menjadi penulis. Beberapa naskah novel sudah ia buat, bahkan sejak SD tapi tak pernah selesai.

Akhirnya Nobita menyanggupi dan mengajak Doraemon berkunjung ke 5 tahun ke depan. Ternyata pemuda itu tetap miskin, bahkan kertas naskah-naskahnya di jual ke tukang loak untuk ditukar dengan makanan, walaupun akhirnya hanya bisa ditukar dengan 2 gulung tisu toilet.

Lumayan mengenaskan...

Nobita dan doraemon kemudian kembali dan menceritakannya pada si pemuda. Tentu saja pemuda itu sedikit putus asa dan menyadari bahwa ia tak akan bisa menjadi penulis. Lalu dengan memotivasi dirinya sendiri “Aku tak boleh putus asa, mungkin ini bukan jalanku, aku akan mencari pekerjaan lain” kira-kira seperti itu ucapannya versi saya (karena saya juga lupa hehe). Intinya ia bangkit dan berniat memilih pekerjaan lainnya .

Pulanglah Nobita dan Doraemon, di rumah mereka membicarakan betapa kasihannya si pemuda tadi.
Lalu mereka teringat dan berkata “Kalau pemuda itu mengubah jalannya dan tidak jadi penulis, maka pasti masa depannya berubah”. Kira-kira begitu dialog mereka yang saya tangkap.
Mereka memutuskan mengunjungi si pemuda lagi ke masa depan, namun tetap mendapati rumah si pemuda tetap sama bahkan tambah jelek tak terawat. Rumah tersebut kosong dan menurut info dari seorang tetangga, si pemuda belum pulang karena sedang bekerja di pabrik.

Singkat cerita Nobita dan Doraemon akhirnya bertemu kembali dengan si pemuda di rumahnya. Ia bercerita, kini ia lebih bisa mensyukuri hidupnya, ia menyadari meskipun wawasannya kurang tapi ia bisa menggunakan wawasan yang lain untuk tetap berkarya. Ia ternyata tetap menulis novel di sela-sela pekerjaannya. Menurutnya, diramal atau tidak kita harus tetap menerima kehidupan ini dengan baik, menjalani hidup sebaik-baiknya. (Kalau menurut saya sih lebih baik tak usah diramal, hehehe)

Tiba-tiba di sela obrolan mereka datang segerombolan wartawan ingin mewawancarainya karena ternyata novel karyanya mendapatkan penghargaan tertinggi.

Penerimaan terhadap hidupnya selama ini akhirnya membuahkan hasil.

“Nasib orang tidak bisa ditebak, jadi jalani saja apa yang diyakini sekarang”, kata si Nobita.

Asli keren‼!

Sejauh yang saya pahami, begitulah konsep takdir. Ia bisa berubah tergantung keputusan yang kita ambil saat ini. Lalu bagaimana dengan Lauhul Mahfuz? Bukankah semuanya sudah dituliskanNya, bahkan daun yang jatuh pun tertulis di sana?

Saya memahami bahwa apa yang ditulis dalam Lauhul Mahfuz ini masih berupa kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika kita memilihnya pada saat ini. Jadi seperti ada kemungkinan-kemungkinan yang jumlahnya tak terbatas ketika kita memilih sebuah jalan atau keputusan. Misalkan, kita saat ini memilih menjadi seorang yang rajin berusaha, selalu bersemangat, dan selalu berpikir positif. Maka mungkin di masa mendatang kita menjadi seorang pengusaha, motivator, inspirator, dan lain-lain. Meskipun kita tak pernah benar-benar tahu kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Bayangkan jika Lauhul Mahfuz ini TIDAK berupa kemungkinan-kemungkinan, jadi misalkan Saudara ditakdirkan menjadi orang yang gagal misalnya. Mudah-mudahan tidak ya, saya berdoa untuk Saudara supaya sukses pada jalan masing-masing. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…
Tapi seandainya benar, apakah Saudara bisa terima dengan rela jika ditakdirkan seperti itu?

Kalau memang satu-satunya jalan yang dituliskan pada “kitab” seseorang adalah menjadi pencuri, koruptor, atau penjahat lainnya, maka bukankah kita tak boleh menghujat mereka yang senyum-senyum di TV itu? Justru kita seharusnya kasihan karena satu-satunya jalan mereka adalah menjadi koruptor, pencuri, penjahat.
Tuhan tidak adil kalau seperti itu dong?

Jangan berpikir seperti itu ya.

Saya yakin sekali kalau Tuhan itu Maha Adil. Saya menangkap KeMaha AdilanNya dari pemahaman tentang takdir ini. IA memberi makhluk-makhluknya berbagai kemungkinan yang bisa dipilih. Nasib kita murni diserahkan pada kita. Saudara bisa memilih menjadi orang yang sukses dalam bidang apapun yang Saudara tekuni atau memilih berkutat dengan kegalauan dirinya. Sibuk memikirkan pacar yang belum tentu akan dinikahi tetapi sudah pasti menghabiskan waktu produktif dan uang yang didapatkan dari orang tua, sibuk mengeluhkan kekurangan dan kesulitan ini itu, dll.

Tapi pada realitanya memilih ini tidak mudah, tapi mau atau tidak mau kita pasti memilih. Dan sangat bisa kita memilih sesuatu yang nantinya akan menguntungkan kita. Terlebih jika kita sadar akan adanya pilihan tersebut.

Lalu apa yang kita lakukan jika merasakan kegagalan seperti yang dialami pemuda tadi?
Kalau yang saya tangkap, saya tak boleh menyerah begitu saja, menerima kondisi saat ini sebaik-baiknya sambil terus mencari passion yang tepat yang di dalam hidup bisa membuat saya merasa bahagia dan bisa bersyukur sepanjang hidup saya. Seandainya sudah ketemu, fokus ke hal tersebut dan jangan pernah berhenti belajar.

Dan yang paling penting adalah yakin, yakin kita punya Tuhan. Tuhan Seluruh Alam Semesta, Yang Maha Rahman. Yang diibaratkan ketika kita datang padaNya dengan berjalan, IA akan datang pada kita dengan berlari. Yang lebih dekat daripada urat leher kita. Yang memiliki langit dan bumi.

Keyakinan tersebut menghasilkan diri yang tak punya rasa khawatir sedikitpun terhadap sandungan-sandungan kerikil dalam hidup. Tak muncul takut menghadapi hidup ini apabila kita memilih tetap dalam jalurNya. Seandainya suatu waktu sedikit keluar dari jalurNya pun kita masih bisa memilih untuk kembali dan mendapatkan rahmatNya. Tetapi berusaha dan berdoalah agar tak keluar jalurNya, maka sampai akhir nanti kita akan selalu dalam jalurNya.
InsyaAllah...
Saling mendoakan, supaya saya dan Saudara  tetap dapat menikmati hidup ini dengan tetap berada dalam jalurNya. Aamiin...

Saya kira saya yang sedang banyak belajar ini butuh juga doa dan masukan dari Saudara. Jika Saudara punya pemahaman lain yang lebih hebat dan lebih pas dari pemahaman saya, maka ceritakanlah tanpa ragu. Saya yakin Saudara tak ingin menyimpan pemahaman Saudara yang luar biasa itu sendirian. Siapa tau dengan berbagi ini menjadi jalan Saudara merengkuh rahmatNya.

Dan jujur saya senang sekali jika punya partner dalam belajar mengenai kehidupan.

Bagaimana jika yang Saudara sampaikan salah dan menyimpang?
Penyampaian saya pun tak selalu benar.
Manusia tempatnya salah dan lupa, nanti kita perbaiki bersama. Jangan pernah berputus asa dari rahmatNya.
Sampai jumpa pada catatan-catatan belajar selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Sabtu, 14 Desember 2013

Bahaya Lagu dan Pemberitaan Media Massa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kali ini saya akan menjabarkan sedikit yang saya ketahui tentang bahaya yang ditimbulkan dari lagu dan pemberitaan media massa. Judul materi ini sedikit berubah dari rencana saya sebelumnya. Yah namanya juga rencana.. Bisa berubah sesuai kebutuhan.

Lagu-lagu dan pemberitaan media massa merupakan hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Bahkan mungkin kalau sehari saja tidak ada lagu-lagu dan pemberitaan, pastinya akan menimbulkan "kehebohan" baik di pihak media maupun masyarakat. 

Nah, bahayanya adalah lagu dan pemberitaan tersebut selalu diulang-ulang. Ini sangat memungkinkan hal-hal tersebut masuk dan tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar masyarakat. Kalau lagu-lagu dan pemberitaannya bersifat positif gak masalah. Nah, sayangnya kita jarang sekali mendapatkan hal positif itu dari media.

Lagu-lagu yang bernuansa "galau", "cinta-cintaan", bahkan menggunakan kata-kata "bunuh-membunuh" bahkan banyak juga yang berbau syirik. Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagunya siapa dan yang seperti apa. Sebenarnya dalam Islam ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, sebagian mengharamkan, sebagian memakruhkan, dan sebagian lagi membolehkan dengan syarat lagu tersebut tidak mengandung kesyirikan. Memang sih kita tahu hukumnya seperti itu, namun sebagai manusia biasa, kita tidak bisa menghindarinya. Maka dari itu akui saja, jangan melawan kalau kita masih senang dengan lagu-lagu tersebut, namun usahakan menguranginya.

Bagaimana dengan media saat ini. Yaa tau sendiri lah... cukup parah... Bahkan media seperti memiliki motto "Bad news is the good news". Berita keburukan orang lain akan menjadi kabar baik bagi media karena pastinya menguntungkan mereka. Apalagi infotainment yang beritanya "gak nggenah blas", hehe...

Dalam sudut pandang Fisika Quantum, seperti yang sudah saya tuliskan di catatan sebelumnya yang berjudul "Mengenal Vibrasi Pikiran Negatif (Force) dan Pikiran Positif (Power)" bahwa sesuatu yang diberikan attention secara terus menerus akan membentuk realita. Ini didasarkan dari double slit experiment untuk menguji bahwa cahaya memiliki sifat dualitas yaitu bersifat partikel dan gelombang yang dilakukan oleh Young (temen-temen yang pernah jadi anak SMA kelas 12 IPA pasti tahu). Ada sebuah keanehan yang terjadi pada percobaan tersebut. Ketika si pengamat memfokuskan penelitian pada salah satu celah yang di tembakkan sinar laser, partikel-partikel cahaya tersebut menjadi cenderung masuk di celah yang difokuskan tersebut. Aneh bukan?

Hal tersebut yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai Observer Effect. Yaitu sesuatu yang sedang diamati akan cenderung berhenti atau seperti mengendap. Tidak heran banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa atom tidak akan ketemu kalau tidak diamati, pergerakan atom juga tidak akan diketahui jika tidak diamati.

Dalam sudut pandang Psikologi, sesuatu yang diulang-ulang terus menerus akan merubah pola pikir. Bahkan saya juga pernah membaca di sebuah artikel bahwa untuk menjadikan kebiasaan dibutuhkan waktu 21 hari mengulang-ulang suatu hal atau kegiatan yang sama.

Nah ini juga berlaku untuk lagu-lagu dan pemberitaan yang saat ini tidak mungkin tidak mendapatkan banyak attention dan selalu diulang-ulang di media. Secara teori, hal itu yang mengarahkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Kita ambil contoh saja pemberitaan kasus korupsi, kecelakaan pesawat, Tugu Tani, penyiraman air keras, dll. Setelah hal tersebut diberitakan terus-menerus apa yang terjadi ? Ternyata setelahnya kejadian yang sama terus menerus terulang juga. Tidak heran betapa kacaunya masyarakat kita.

Contoh lain bisa kita lihat dari pelantun lagu "Alamat Palsu", bagaimana hidupnya benar-benar dipertemukan dengan "kepalsuan". Kita bisa lihat dengan penyanyi-penyanyi yang lain, bagaimana hidupnya mirip-mirip seperti lirik lagu-lagu yang mereka populerkan. Makanya saya beberapa waktu yang lalu sempat nge-tweet "Ngeri sama lagunya geisha". Teman-teman pasti bisa tahu apa yang saya maksud dan menebak-nebak apa yang terjadi ke depannya. Lagu kok minta di buat lupa ingatan, jelas ngeri banget lah bagi kita yang paham soal ini. Apalagi kalo misalnya sampe lupa sama Allah. Astaghfirullah....

Begitulah Allah menciptakan semacam hukum alam, yang wajib dijaga oleh manusia yang beriman. Ketika kita dilarang berpikiran negatif, dilarang fanatik terhadap sesuatu, dilarang berlebihan, dan dilarang hal-hal yang dilarang Allah dalam agamaNya pasti ada manfaat dan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. 

Subhanallah...
Walhamdulillah...
Wa laa ilaaha illallah...
Wallahuakbar...

Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan, karena banyak hal lain yang harus dikerjakan jadi sekarang cukup sekian dulu. Tapi InsyaAllah akan saya lanjutkan di note-note selanjutnya. 

Nb : Di sini bukan berarti saya suka nonton infotainment lho ya. Saya cuma sedikit-sedikit tahu dan menjadikannya contoh dalam note ini supaya bisa menjelaskan ke teman-teman dengan mudah. Tapi yang jelas saya suka nonton Spongebob, Doraemon, Naruto, Tom and Jerry, dll. Hehehe...

Mohon kritik + saran teman-teman di kolom comment ya :)

Semoga bermanfaat 

Terimakasih :)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengenal Vibrasi Pikiran Negatif (Force) dan Pikiran Positif (Power)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Sebelumnya baca basmalah dulu ya...
Bismillahirrahmaanirahiim...

Hampir setahun saya belajar dan mempraktikkan yang saya pelajari tentang konsep "Force dan Power". Banyak manfaat yang saya dapatkan setelah Allah menunjukkan saya ilmu ini. Terutama untuk menjaga pikiran agar tetap baik. Memang manusia tidak selalu baik juga tidak selalu buruk. Tapi jika manusia selalu berusaha mengkondisikan agar tetap baik, itulah yang lebih baik.

Kita perlu tahu bahwa tubuh manusia terdiri dari sel-sel yang di dalamnya terdapat atom-atom di dalamnya lagi ada elektron dan di dalamnya lagi terdapat quanta atau istilah jamaknya quantumyang merupakan bahan dasar alam semesta ini.

Ya, kita dan alam semesta ini bahan dasarnya sama. Lalu kenapa bisa memiliki bentuk, fungsi, dan kondisi yang berbeda-beda? Jawabannya ada pada perbedaan frekuensi getaran/vibrasi. Benda-benda yang getaran/vibrasi yang sama akan membentuk bentuk dan fungsi tertentu. Misalnya, quanta yang bervibrasi A akan saling tarik menarik, berikatan, dan berkumpul denganquanta lain yang berfrekuensi sama lalu membentuk organ A. Begitu juga dengan benda-benda lain di alam ini.Karena manusia adalah makhluk yang memiliki getaran/vibrasi juga, maka pikiran manusia pun sama. Bahkan pikiran manusia bersifat seperti cahaya (dalam fisika dikenal dengan sifat duality yaitu bersifat partikel dan gelombang, hasil percobaan celah ganda oleh Young). 


Pikiran manusia bisa menjadi realita karena adanya attention yang terus menerus diberikan. Karena tadi disebutkan bahwa quanta yang getaran/vibrasinya sama akan saling menarik, mengikat, dan berkumpul membentuk sesuatu yang nyata. Nah karena alasan inilah kita perlu mengenal Force dan Power.

Apa itu Force?

Force adalah getaran/vibrasi pikiran yang negatif. 


Apa itu Power?

Power adalah getaran/vibrasi pikiran yang positif.


Tabel-tabel di atas merupakan tabel yang menunjukkan pikiran-pikiran mana sajakah yang disebutForce dan Power.

Dengan mengetahui hal tersebut diharapkan agar kita bisa berusaha menjaga pikiran kita supaya lebih baik. Tujuannya agar apa yang hadir dalam hidup kita ini segala sesuatunya akan baik. Keuntungannya sudah sangat jelas, di Al-Qur'an banyak sekali dijelaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. 

Alhamdulillah...
Sekian sedikit sharing ilmu yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman. Semoga bisa mengarahkan kita ke jalan yang lurus seperti yang kita mohonkan setiap hari.
Aamiin.

Mohon kritik dan sarannya kalau ada kesalahan. 

Terima kasih :)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Rosyiid Gede Prabowo