Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Maret 2015

Cara Simpel HANCURKAN HAMBATAN Mental (Mental Block) Dalam Diri Untuk Mencapai Tujuan.


Picture by ciputraenterpreneurship.com


Salah satu, bahkan mungkin yang terkuat dalam menghalangi kita mencapai impian kita adalah Mental Block. Ia yang menghalangi munculnya “ledakan” dari potensi-potensi sumber daya positif yang telah diberikan oleh Tuhan kita, Allah SWT kepada setiap pribadi manusia. Banyak sekali contohnya, seperti : rasa malas, kesedihan yang mendalam, trauma, dan ketakutan terhadap berbagai hal lainnya yang bagi sebagian orang kurang logis.

Tentu kita tidak bisa buru-buru memberikan “cap” kepada diri kita atau mereka yang mengalami hal tersebut. Karena pasti ada alasan, niat, atau intensi yang positif di baliknya. Dalam ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming) terdapat presuppositions, yaitu sebuah set asumsi dasar yang melatarbelakangi munculnya segala pemikiran. Salah satunya menyebutkan bahwa Every behavior has utility and usefulness—in  some context, jadi setiap perilaku seseorang pasti memiliki niat atau maksud yang baik dibaliknya. Tentunya dalam konteks tertentu, misalnya, ketika kita bertanya kepada seseorang mengapa ia mengalami ketakutan ketika berada di ketinggian. Bisa jadi jawabannya adalah karena ia tidak mau terjatuh atau tidak mau dirinya dalam kondisi yang berbahaya. 

Satu lagi contoh, “Mengapa koruptor melakukan korupsi ?”. Bisa jadi ia ingin memperkaya dirinya, membahagiakan keluarganya, ingin dipandang dan dihormati orang lain karena kekayaannya. Meskipun nyatanya hal tersebut salah, tetapi si pelaku mempunyai maksud yang positif (dalam konteks tersebut) bukan? 

Nah sebagai manusia yang terus berusaha untuk baik dan berusaha meraih tujuan-tujuan yang baik,  kita butuh cara yang benar-benar tepat untuk mengatasi hambatan mental yang terjadi dalam diri kita. Salah satunya dengan memberikan motivasi kepada diri sendiri dengan suatu bayangan keuntungan saat tujuan kita tercapai sekaligus bayangan resiko apa yang akan terjadi jika kita tidak mencapai tujuan kita.

Tahu gak sih? Sebenarnya fitrah manusia memiliki dua sifat yaitu : mencari nikmat dan menjauhi sengsara

Contoh saja pengalaman saat saya belajar hypnosis dan hypnotherapy di sebuah pelatihan, saya bisa menjadi yang paling berani mempraktikkan apa yang telah diajarkan di kelas, di mana pada saat itu peserta lain sangat sungkan untuk mempraktikkannya. Rasa sungkan dalam belajar itu mental block yang cukup alot saudara-saudara :)

Lalu apa yang saya pikirkan pada saat itu? Sederhana saja! “Eman-eman”. 

Karena saya sejak SMA memang sangat ingin mempelajari dan terjun dalam dunia professional hypnotherapy, saya membayangkan keinginan tersebut saya raih dengan mudahnya jika saya mau mempraktikkan sewaktu pelatihan. 
Saya juga membayangkan perjuangan saya jauh-jauh datang ke lokasi pelatihan yang berada di luar kota, dengan biaya pelatihan yang tidak sedikit, dan perjuangan orang tua saya yang mendukung penuh dalam banyak hal menjadi sia-sia jika saya tidak mau mempraktikkan. Alhasil, saya akhirnya sampai hari ini bisa menguasainya dan bertambah semangat mempelajarinya dan memanfaatkannya lebih luas. Alhamdulillah… 

Jika boleh kita rumuskan, maka rumusnya seperti ini : 

Tentukan tujuan

+

Tentukan

(keuntungan terbesar jika berhasil + kerugian terbesar jika gagal)

=

Pencapaian tujuan

Mudah sekali bukan?

Mari kita coba dengan tujuan baik  kita masing-masing.

Oh iya, bukankah dalam ajaran agama kita juga ada yang namanya Surga dan Neraka yang mewakili kenikmatan dan kesengsaraan sebagai akibat perbuatan kita? Walaupun sangat disayangkan dalam hal ini kebanyakan manusia mengabaikan. Maunya masuk surga tapi tidak takut dengan neraka. Nah loh! Ayo kita berintrospeksi diri, jika kita ingin mendapatkan kebaikan-kebaikan dari-Nya, lalu sejauh manakah kita sadar bahwa perbuatan baik kita akan membawa kita meraih kebaikan berlipat-lipat di dunia dan di Surga-Nya, dan perbuatan buruk kita menyengsarakan kita berlipat-lipat di dunia dan terancam dihantam siksa neraka-Nya? 
Dan sadarilah mulai saat ini atau beberapa saat lagi...

Selasa, 24 Februari 2015

Memahami Konsep Takdir Dari Serial Doraemon


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Minggu pagi (30/11/2014) kemarin, seperti biasa jika ada waktu luang pasti menyempatkan diri menonton serial doraemon yang tayang di RCTI.Kartun legendaris ini memang sejak dulu ceritanya tak pernah membosankan. Tapi baru kali ini melihat yang bener-bener bisa dipelajari dalam kehidupan. Dan kali ini betul-betul keren, membahas soal takdir.

Awalnya Nobita iseng menggunakan mesin waktu ke masa depan untuk melihat masa depan teman-temannya. Kemudian kembali lalu menawarkan teman-temannya untuk diramal.

Hal tersebut dilihat oleh seorang pemuda kurus dan miskin. Pemuda itu meminta diramal juga sambil memohon-mohon. Lalu diajaklah Nobita ke rumahnya. Rumahnya biasa-biasa saja dan cenderung jelek. Ia seorang yang bercita-cita menjadi penulis. Beberapa naskah novel sudah ia buat, bahkan sejak SD tapi tak pernah selesai.

Akhirnya Nobita menyanggupi dan mengajak Doraemon berkunjung ke 5 tahun ke depan. Ternyata pemuda itu tetap miskin, bahkan kertas naskah-naskahnya di jual ke tukang loak untuk ditukar dengan makanan, walaupun akhirnya hanya bisa ditukar dengan 2 gulung tisu toilet.

Lumayan mengenaskan...

Nobita dan doraemon kemudian kembali dan menceritakannya pada si pemuda. Tentu saja pemuda itu sedikit putus asa dan menyadari bahwa ia tak akan bisa menjadi penulis. Lalu dengan memotivasi dirinya sendiri “Aku tak boleh putus asa, mungkin ini bukan jalanku, aku akan mencari pekerjaan lain” kira-kira seperti itu ucapannya versi saya (karena saya juga lupa hehe). Intinya ia bangkit dan berniat memilih pekerjaan lainnya .

Pulanglah Nobita dan Doraemon, di rumah mereka membicarakan betapa kasihannya si pemuda tadi.
Lalu mereka teringat dan berkata “Kalau pemuda itu mengubah jalannya dan tidak jadi penulis, maka pasti masa depannya berubah”. Kira-kira begitu dialog mereka yang saya tangkap.
Mereka memutuskan mengunjungi si pemuda lagi ke masa depan, namun tetap mendapati rumah si pemuda tetap sama bahkan tambah jelek tak terawat. Rumah tersebut kosong dan menurut info dari seorang tetangga, si pemuda belum pulang karena sedang bekerja di pabrik.

Singkat cerita Nobita dan Doraemon akhirnya bertemu kembali dengan si pemuda di rumahnya. Ia bercerita, kini ia lebih bisa mensyukuri hidupnya, ia menyadari meskipun wawasannya kurang tapi ia bisa menggunakan wawasan yang lain untuk tetap berkarya. Ia ternyata tetap menulis novel di sela-sela pekerjaannya. Menurutnya, diramal atau tidak kita harus tetap menerima kehidupan ini dengan baik, menjalani hidup sebaik-baiknya. (Kalau menurut saya sih lebih baik tak usah diramal, hehehe)

Tiba-tiba di sela obrolan mereka datang segerombolan wartawan ingin mewawancarainya karena ternyata novel karyanya mendapatkan penghargaan tertinggi.

Penerimaan terhadap hidupnya selama ini akhirnya membuahkan hasil.

“Nasib orang tidak bisa ditebak, jadi jalani saja apa yang diyakini sekarang”, kata si Nobita.

Asli keren‼!

Sejauh yang saya pahami, begitulah konsep takdir. Ia bisa berubah tergantung keputusan yang kita ambil saat ini. Lalu bagaimana dengan Lauhul Mahfuz? Bukankah semuanya sudah dituliskanNya, bahkan daun yang jatuh pun tertulis di sana?

Saya memahami bahwa apa yang ditulis dalam Lauhul Mahfuz ini masih berupa kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi jika kita memilihnya pada saat ini. Jadi seperti ada kemungkinan-kemungkinan yang jumlahnya tak terbatas ketika kita memilih sebuah jalan atau keputusan. Misalkan, kita saat ini memilih menjadi seorang yang rajin berusaha, selalu bersemangat, dan selalu berpikir positif. Maka mungkin di masa mendatang kita menjadi seorang pengusaha, motivator, inspirator, dan lain-lain. Meskipun kita tak pernah benar-benar tahu kemungkinan-kemungkinan tersebut.

Bayangkan jika Lauhul Mahfuz ini TIDAK berupa kemungkinan-kemungkinan, jadi misalkan Saudara ditakdirkan menjadi orang yang gagal misalnya. Mudah-mudahan tidak ya, saya berdoa untuk Saudara supaya sukses pada jalan masing-masing. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin…
Tapi seandainya benar, apakah Saudara bisa terima dengan rela jika ditakdirkan seperti itu?

Kalau memang satu-satunya jalan yang dituliskan pada “kitab” seseorang adalah menjadi pencuri, koruptor, atau penjahat lainnya, maka bukankah kita tak boleh menghujat mereka yang senyum-senyum di TV itu? Justru kita seharusnya kasihan karena satu-satunya jalan mereka adalah menjadi koruptor, pencuri, penjahat.
Tuhan tidak adil kalau seperti itu dong?

Jangan berpikir seperti itu ya.

Saya yakin sekali kalau Tuhan itu Maha Adil. Saya menangkap KeMaha AdilanNya dari pemahaman tentang takdir ini. IA memberi makhluk-makhluknya berbagai kemungkinan yang bisa dipilih. Nasib kita murni diserahkan pada kita. Saudara bisa memilih menjadi orang yang sukses dalam bidang apapun yang Saudara tekuni atau memilih berkutat dengan kegalauan dirinya. Sibuk memikirkan pacar yang belum tentu akan dinikahi tetapi sudah pasti menghabiskan waktu produktif dan uang yang didapatkan dari orang tua, sibuk mengeluhkan kekurangan dan kesulitan ini itu, dll.

Tapi pada realitanya memilih ini tidak mudah, tapi mau atau tidak mau kita pasti memilih. Dan sangat bisa kita memilih sesuatu yang nantinya akan menguntungkan kita. Terlebih jika kita sadar akan adanya pilihan tersebut.

Lalu apa yang kita lakukan jika merasakan kegagalan seperti yang dialami pemuda tadi?
Kalau yang saya tangkap, saya tak boleh menyerah begitu saja, menerima kondisi saat ini sebaik-baiknya sambil terus mencari passion yang tepat yang di dalam hidup bisa membuat saya merasa bahagia dan bisa bersyukur sepanjang hidup saya. Seandainya sudah ketemu, fokus ke hal tersebut dan jangan pernah berhenti belajar.

Dan yang paling penting adalah yakin, yakin kita punya Tuhan. Tuhan Seluruh Alam Semesta, Yang Maha Rahman. Yang diibaratkan ketika kita datang padaNya dengan berjalan, IA akan datang pada kita dengan berlari. Yang lebih dekat daripada urat leher kita. Yang memiliki langit dan bumi.

Keyakinan tersebut menghasilkan diri yang tak punya rasa khawatir sedikitpun terhadap sandungan-sandungan kerikil dalam hidup. Tak muncul takut menghadapi hidup ini apabila kita memilih tetap dalam jalurNya. Seandainya suatu waktu sedikit keluar dari jalurNya pun kita masih bisa memilih untuk kembali dan mendapatkan rahmatNya. Tetapi berusaha dan berdoalah agar tak keluar jalurNya, maka sampai akhir nanti kita akan selalu dalam jalurNya.
InsyaAllah...
Saling mendoakan, supaya saya dan Saudara  tetap dapat menikmati hidup ini dengan tetap berada dalam jalurNya. Aamiin...

Saya kira saya yang sedang banyak belajar ini butuh juga doa dan masukan dari Saudara. Jika Saudara punya pemahaman lain yang lebih hebat dan lebih pas dari pemahaman saya, maka ceritakanlah tanpa ragu. Saya yakin Saudara tak ingin menyimpan pemahaman Saudara yang luar biasa itu sendirian. Siapa tau dengan berbagi ini menjadi jalan Saudara merengkuh rahmatNya.

Dan jujur saya senang sekali jika punya partner dalam belajar mengenai kehidupan.

Bagaimana jika yang Saudara sampaikan salah dan menyimpang?
Penyampaian saya pun tak selalu benar.
Manusia tempatnya salah dan lupa, nanti kita perbaiki bersama. Jangan pernah berputus asa dari rahmatNya.
Sampai jumpa pada catatan-catatan belajar selanjutnya.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Sabtu, 14 Desember 2013

Bahaya Lagu dan Pemberitaan Media Massa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Kali ini saya akan menjabarkan sedikit yang saya ketahui tentang bahaya yang ditimbulkan dari lagu dan pemberitaan media massa. Judul materi ini sedikit berubah dari rencana saya sebelumnya. Yah namanya juga rencana.. Bisa berubah sesuai kebutuhan.

Lagu-lagu dan pemberitaan media massa merupakan hal yang tidak pernah lepas dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Bahkan mungkin kalau sehari saja tidak ada lagu-lagu dan pemberitaan, pastinya akan menimbulkan "kehebohan" baik di pihak media maupun masyarakat. 

Nah, bahayanya adalah lagu dan pemberitaan tersebut selalu diulang-ulang. Ini sangat memungkinkan hal-hal tersebut masuk dan tertanam kuat di dalam pikiran bawah sadar masyarakat. Kalau lagu-lagu dan pemberitaannya bersifat positif gak masalah. Nah, sayangnya kita jarang sekali mendapatkan hal positif itu dari media.

Lagu-lagu yang bernuansa "galau", "cinta-cintaan", bahkan menggunakan kata-kata "bunuh-membunuh" bahkan banyak juga yang berbau syirik. Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagunya siapa dan yang seperti apa. Sebenarnya dalam Islam ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, sebagian mengharamkan, sebagian memakruhkan, dan sebagian lagi membolehkan dengan syarat lagu tersebut tidak mengandung kesyirikan. Memang sih kita tahu hukumnya seperti itu, namun sebagai manusia biasa, kita tidak bisa menghindarinya. Maka dari itu akui saja, jangan melawan kalau kita masih senang dengan lagu-lagu tersebut, namun usahakan menguranginya.

Bagaimana dengan media saat ini. Yaa tau sendiri lah... cukup parah... Bahkan media seperti memiliki motto "Bad news is the good news". Berita keburukan orang lain akan menjadi kabar baik bagi media karena pastinya menguntungkan mereka. Apalagi infotainment yang beritanya "gak nggenah blas", hehe...

Dalam sudut pandang Fisika Quantum, seperti yang sudah saya tuliskan di catatan sebelumnya yang berjudul "Mengenal Vibrasi Pikiran Negatif (Force) dan Pikiran Positif (Power)" bahwa sesuatu yang diberikan attention secara terus menerus akan membentuk realita. Ini didasarkan dari double slit experiment untuk menguji bahwa cahaya memiliki sifat dualitas yaitu bersifat partikel dan gelombang yang dilakukan oleh Young (temen-temen yang pernah jadi anak SMA kelas 12 IPA pasti tahu). Ada sebuah keanehan yang terjadi pada percobaan tersebut. Ketika si pengamat memfokuskan penelitian pada salah satu celah yang di tembakkan sinar laser, partikel-partikel cahaya tersebut menjadi cenderung masuk di celah yang difokuskan tersebut. Aneh bukan?

Hal tersebut yang dikenal oleh para ilmuwan sebagai Observer Effect. Yaitu sesuatu yang sedang diamati akan cenderung berhenti atau seperti mengendap. Tidak heran banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa atom tidak akan ketemu kalau tidak diamati, pergerakan atom juga tidak akan diketahui jika tidak diamati.

Dalam sudut pandang Psikologi, sesuatu yang diulang-ulang terus menerus akan merubah pola pikir. Bahkan saya juga pernah membaca di sebuah artikel bahwa untuk menjadikan kebiasaan dibutuhkan waktu 21 hari mengulang-ulang suatu hal atau kegiatan yang sama.

Nah ini juga berlaku untuk lagu-lagu dan pemberitaan yang saat ini tidak mungkin tidak mendapatkan banyak attention dan selalu diulang-ulang di media. Secara teori, hal itu yang mengarahkan kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Kita ambil contoh saja pemberitaan kasus korupsi, kecelakaan pesawat, Tugu Tani, penyiraman air keras, dll. Setelah hal tersebut diberitakan terus-menerus apa yang terjadi ? Ternyata setelahnya kejadian yang sama terus menerus terulang juga. Tidak heran betapa kacaunya masyarakat kita.

Contoh lain bisa kita lihat dari pelantun lagu "Alamat Palsu", bagaimana hidupnya benar-benar dipertemukan dengan "kepalsuan". Kita bisa lihat dengan penyanyi-penyanyi yang lain, bagaimana hidupnya mirip-mirip seperti lirik lagu-lagu yang mereka populerkan. Makanya saya beberapa waktu yang lalu sempat nge-tweet "Ngeri sama lagunya geisha". Teman-teman pasti bisa tahu apa yang saya maksud dan menebak-nebak apa yang terjadi ke depannya. Lagu kok minta di buat lupa ingatan, jelas ngeri banget lah bagi kita yang paham soal ini. Apalagi kalo misalnya sampe lupa sama Allah. Astaghfirullah....

Begitulah Allah menciptakan semacam hukum alam, yang wajib dijaga oleh manusia yang beriman. Ketika kita dilarang berpikiran negatif, dilarang fanatik terhadap sesuatu, dilarang berlebihan, dan dilarang hal-hal yang dilarang Allah dalam agamaNya pasti ada manfaat dan rahasia yang tersembunyi di dalamnya. 

Subhanallah...
Walhamdulillah...
Wa laa ilaaha illallah...
Wallahuakbar...

Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya sampaikan, karena banyak hal lain yang harus dikerjakan jadi sekarang cukup sekian dulu. Tapi InsyaAllah akan saya lanjutkan di note-note selanjutnya. 

Nb : Di sini bukan berarti saya suka nonton infotainment lho ya. Saya cuma sedikit-sedikit tahu dan menjadikannya contoh dalam note ini supaya bisa menjelaskan ke teman-teman dengan mudah. Tapi yang jelas saya suka nonton Spongebob, Doraemon, Naruto, Tom and Jerry, dll. Hehehe...

Mohon kritik + saran teman-teman di kolom comment ya :)

Semoga bermanfaat 

Terimakasih :)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Mengenal Vibrasi Pikiran Negatif (Force) dan Pikiran Positif (Power)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Sebelumnya baca basmalah dulu ya...
Bismillahirrahmaanirahiim...

Hampir setahun saya belajar dan mempraktikkan yang saya pelajari tentang konsep "Force dan Power". Banyak manfaat yang saya dapatkan setelah Allah menunjukkan saya ilmu ini. Terutama untuk menjaga pikiran agar tetap baik. Memang manusia tidak selalu baik juga tidak selalu buruk. Tapi jika manusia selalu berusaha mengkondisikan agar tetap baik, itulah yang lebih baik.

Kita perlu tahu bahwa tubuh manusia terdiri dari sel-sel yang di dalamnya terdapat atom-atom di dalamnya lagi ada elektron dan di dalamnya lagi terdapat quanta atau istilah jamaknya quantumyang merupakan bahan dasar alam semesta ini.

Ya, kita dan alam semesta ini bahan dasarnya sama. Lalu kenapa bisa memiliki bentuk, fungsi, dan kondisi yang berbeda-beda? Jawabannya ada pada perbedaan frekuensi getaran/vibrasi. Benda-benda yang getaran/vibrasi yang sama akan membentuk bentuk dan fungsi tertentu. Misalnya, quanta yang bervibrasi A akan saling tarik menarik, berikatan, dan berkumpul denganquanta lain yang berfrekuensi sama lalu membentuk organ A. Begitu juga dengan benda-benda lain di alam ini.Karena manusia adalah makhluk yang memiliki getaran/vibrasi juga, maka pikiran manusia pun sama. Bahkan pikiran manusia bersifat seperti cahaya (dalam fisika dikenal dengan sifat duality yaitu bersifat partikel dan gelombang, hasil percobaan celah ganda oleh Young). 


Pikiran manusia bisa menjadi realita karena adanya attention yang terus menerus diberikan. Karena tadi disebutkan bahwa quanta yang getaran/vibrasinya sama akan saling menarik, mengikat, dan berkumpul membentuk sesuatu yang nyata. Nah karena alasan inilah kita perlu mengenal Force dan Power.

Apa itu Force?

Force adalah getaran/vibrasi pikiran yang negatif. 


Apa itu Power?

Power adalah getaran/vibrasi pikiran yang positif.


Tabel-tabel di atas merupakan tabel yang menunjukkan pikiran-pikiran mana sajakah yang disebutForce dan Power.

Dengan mengetahui hal tersebut diharapkan agar kita bisa berusaha menjaga pikiran kita supaya lebih baik. Tujuannya agar apa yang hadir dalam hidup kita ini segala sesuatunya akan baik. Keuntungannya sudah sangat jelas, di Al-Qur'an banyak sekali dijelaskan bahwa Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. 

Alhamdulillah...
Sekian sedikit sharing ilmu yang saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi diri saya dan teman-teman. Semoga bisa mengarahkan kita ke jalan yang lurus seperti yang kita mohonkan setiap hari.
Aamiin.

Mohon kritik dan sarannya kalau ada kesalahan. 

Terima kasih :)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Rosyiid Gede Prabowo

Belajar Menuju Allah : Doa

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Allah Maha Mengabulkan, sebagai umat Islam kita wajib meyakini hal tersebut. Sangat aneh bila saat berdoa ada pertanyaan, "mungkin gak ya, doaku dikabulkan?". Pasti kita semua pernah kan? Saya pun pernah juga, hehe... Sebenarnya doa-doa kita banyak yang sudah terkabul lho.. Tapi seringkali kita tidak sadar dan terbuai kenikmatan rasa "ini kerja kerasku". Di catatan ini saya bukan bermaksud menggurui, menghakimi, maupun sok pintar. Di sini saya mencoba berbagi pengalaman dan berbagi ilmu yang saya pelajari.

Kembali ke topik doa...
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mukmin 60 "Berdoalah kepadaKu maka Aku perkenankan bagimu". Nah ini janji dari Allah kepada kita, lalu apakah kita sudah memanfaatkan janji Allah tersebut? Perlu kita ketahui, ada satu hal yang tidak pernah dilakukan Allah, yaitu ingkar janji. Namun itu hak Allah sepenuhnya, karena Dia Sang Maha Kuasa. 

Kita flashback sejenak dan tanyakan kepada diri kita, "Berapa banyak doa kita yang sudah terkabul?". Kalau saya pribadi merasa ternyata sangat banyak doa saya yang terkabul. Nah artinya janji Allah untuk mengabulkan doa kita sangatlah nyata. Tapi yaaa itu... Kita tidak sadar akan terkabulnya doa kita. Bersyukurlah kawan, rasakan dan jiwai terkabulnya doa tersebut. Kita akan menemukan perasaan syukur yang luar biasa dari hati kita.

Oh iya, tapi pernah gak kita merasa "Kok doa saya tidak/belum/lama sekali dikabulkan ya?". Kalau begini apa masalahnya? Masalahnya ada pada diri kita, saya, kita yang berdoa.
Dalam dunia pengembangan diri yang saya pelajari, ada yang disebut vibrasi atau getaran pikiran dan perasaan. Nah vibrasi ini terbagi menjadi dua yaitu Force (Getaran Pikiran Negatif) dan Power (Getaran pikiran Positif). 



Tabel di atas menjelaskan frekuensi energi pikiran yang positif dan negatif. Semua orang pasti pernah mengalami perasaan atau emosi seperti yang tertulis di tabel tersebut.

Nah bisa kita lihat pada tabel Force, di sana ada level keinginan dan emosinya yaitu keinginan yang kuat akan sesuatu. Nah di sini masalahnya. Kita memang sudah berdoa dan Allah berjanji akan mengabulkan. Akan tetapi jiwa kita, emosi kita menunjukkan keinginan yang sangat kuat. Kita sangat ingin doa itu terkabul dan lupa memasrahkannya pada Allah. Ini yang terkadang menjebak kita, maka dari itu lepaskan diri kita dari "kemelekatan" dengan keinginan kita. Percayalah bahwa kekuatan pasrah kepada Allah jauh lebih mendekatkan kepada terkabulnya doa kita.

Selain itu, kita juga butuh "jeda". Jeda yang dimaksud adalah berhenti sejenak dan lupakan keinginan tersebut, ini juga termasuk memasrahkan kepada Allah. Man jeda wa jadaa, hehe nyeleneh banget. 

Logika jeda itu begini, misalkan kita meminta tolong kepada teman kita supaya keinginan kita tercapai. Tiap hari kita ejar teman kita tersebut dan minta toloooong terus. Apa yang terjadi? Justru teman kita malah menjauhi kita kan? Nah seperti itu juga jika kita doa terus menerus tanpa jeda, keinginan kita justru menjauh. Namun dalam hal ini Allah Yang Maha Penyayang bukan menjauhkan kita dari keinginan kita, namun menundanya dan memberikannya pada saat yang tepat. Saat kita sudah benar-benar memasrahkan kepadaNya. Sekali lagi saya perjelas, Allah Maha Mengabulkan.

Untuk memperkuat keimanan kita pada Kekuasaan Allah, berikut ini ada sedikit kutipan dari salah satu sahabat fb saya. 

"Saat banyak pesan ke inbox fb ... Banyak bbm ... Banyak sms ... Banyak pesan ke whatsapp ... Dan aku kewalahan menjawab pertanyaan-pertanyaan para sahabat ... Aku spontan kagum dengan kehebatan-NYA yang selalu menjawab semua do'a ..." 
-Arif Rh- 

Maaf bila ada kesalahan, saya hanya berusaha berbagi. Kebenaran hanya milik Allah SWT.

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Belajar Menuju Allah : Visi Akhirat

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Saya mau sharing dikit tentang visi akhirat saya + mengajak teman-teman menetapkan visi juga. Let's go!

Sebelum ke visi akhirat, kita baca dulu kisah salah seorang sahabat nabi yang bernama Ukasyah berikut.

Di penghujung usianya, saat Rasulullah sudah mulai sakit-sakitan, beliau meminta kaum muslimin untuk berkumpul dalam sebuah majelis di masjid. Para sahabat berkumpul untuk memenuhi undangan nabiyullah tercinta dan bersiap-siap mendengarkan pesan apa yang akan disampaikan Rasulullah.

Rasulullah segera naik mimbar seraya berkata,"Wahai kaum muslimin, siapa yang pernah aku sakiti? Berdirilah! Balas aku sekarang! Karena aku tidak mau menerima balasan itu di akhirat." 

Rasulullah mengulang perkataan tersebut hingga tiga kali. Sebelumnya para sahabat tidak ada yang berdiri. Kemudian setelah tiga kali, berdirilah Ukasyah sembari berkata, "Ya Rasulullah, demi Allah, demi Rasulullah, demi Ayah dan Ibuku, andaikan engkau tidak berkata itu tiga kali , aku tidak akan berdiri. Tapi karena engkau tidak berhenti bertanya, aku pun memberanikan diri untuk berdiri. Ya Rasulullah, ketika Perang Badar dulu, aku berdiri di sebelahmu. Entah sengaja atau tidak tongkatmu itu mengenai tubuhku. Sakit, Ya Rasulullah. Maka hari ini aku ingin membalasmu dengan tongkat itu, wahai Rasulullah."  

Apa jawaban Rasulullah? “Wahai Ukasyah, jauh nian dari sikap sengajaku untuk memukulmu. Tapi bila engkau menghendaki membalas memukulku, pukullah.”

Seketika suasana majelis menjadi gaduh. Rasulullah dengan senyumnya, mengangkat tangan member tanda para sahabat berlaku tenang. Kemudian Rasulullah mengutus Bilal untuk mengambil tongkatnya di rumah Fatimah. Sesampainya di rumah Fatimah, Bilal ditanya untuk apa tongkat tersebut. Bilal menjawab, “Tongkat ini untuk memukul Rasulullah”.

Putri kecintaan Rasulullah itu menjawab, “Bukankah Rasulullah sedang sakit? Siapa yang tega mau memukul Rasulullah?.” Bilal tidak menjawab. Tongkat itu pun dibawa ke masjid lalu diserahkan kepada Rasulullah.

Rasulullah mengatakan, “Wahai Ukasyah, tongkat inilah yang aku gunakan di Perang Badar. Ambillah dan pukullah aku dengan tongkat ini.”  Rasulullah pun menyerahkannya ke tangan Ukasyah.

Suasana mulai tegang. Semua sahabat bergerak. Semua berdiri. Saat itulah, Abu Bakar dan Umar r.a. bicara, "Hai Ukasyah! kami sekarang berada di hadapanmu, pukul qishas-lah kami berdua, dan jangan sekali-kali engaku pukul Rasulullah !" Mungkin saat itu Umar meraba pedangnya. Seandainya saja, diizinkanakan aku penggal kepala orang yang menyakiti Rasulullah. Rasulullah menahan dua sahabatnya. Berkata sang pemimpin yang dicintai ini: "Duhai sahabatku, duduklah kalian berdua, Allah telah mengetahui kedudukan kamu berdua!" 

Kemudian berdiri pula Ali bin Abi Tholib sambil berkata. Kali ini lebih garang dari sahabat Abu Bakar : "Hai Ukasyah! Aku ini sekarang masih hidup di hadapan Nabi SAW. Aku tidak sampai hati melihat kalau engkau akan mengambil kesempatan qishas memukul Rasulullah. Inilah punggungku, maka qishaslah aku dengan tanganmu dan deralah aku dengan tangan engkau sendiri!" 

Ali tampil ke muka. Memberikan punggungnya dan jiwa serta cintanya buat orang yang dicintainya. Subhanallah, dia tak rela sang Rasul disakiti. Ia merelakan berkorban nyawa untuk sang pemimpin. Nabi pun menahan. "Allah swt telah tahu kedudukanmu dan niatmu, wahai Ali!" Ali surut, bergantianlah kemudian tampil dua kakak beradik, Hasan dan Husein. "Hai Ukasyah! Bukankah engkau telah mengetahui, bahwa kami berdua ini adalah cucu kandung Rasulullah, dan qishaslah kami dan itu berarti sama juga dengan mengqishas Rasulullah sendiri!" Tetapi Rasulullah menegur pula kedua cucunya itu dengan berkata. Duduklah kalian berdua, duhai penyejuk mataku." 

Dan akhirnya Nabi berkata: “Hai Ukasyah! pukullah aku jika engkau berhasrat mengambil qishas!" "Ya Rasulullah! sewaktu engkau memukul aku dulu, kebetulan aku sedang tidak lekat kain di badanku," Kata Ukasyah.

Separuh dari para sahabat yang berada dalam majelis tersebut berteriak tak kuasa menahan tangis mereka, “Ya Rasulullaaaah….” Sebagian lagi berteriak, “Ya Ukasyaaah… tega-teganya engkau, Ya Ukasyaaah.”

Rasulullah mengikuti keinginan Ukasyah. Beliau kemudian menanggalkan jubahnya sehingga terlihat bagian punggung dan dada beliau.

Seolah tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, Ukasyah meletakkan tongkat dan memeluk Rasulullah erat-erat. Sambil menangis, ia berkata, “Wahai Rasulullah, mana mungkin aku tega memukulmu? Aku hanya ingin tubuh yang hina ini bersamamu di akhirat, wahai Rasulullah.”

Setelah mendengar Ukasyah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa ingin melihat calon penghuni surge, lihatlah orang ini.”

Para sahabat ikut terharu. Setelah itu, Ukasyah dan para sahabat langsung pulang ke rumah masing-masing. Rasul pun demikian. Sesampainya di rumah, beliau mengalami sakit keras yang mengantarkannya pada keperihan momen sakaratul maut. Rasulullah berkata, “Ya Allah… sakit nian sakaratul maut ini. Aku mohon kepada-Mu, pindahkan semua rasa sakit sakaratul maut kepadaku. Janganlah umatku yang menanggungnya. Jangan umatku, Ya Allah. Ummati… Ummati… Ummati….” Dan kemudian meninggallah Rasulullah.

Saya iri dengan Ukasyah, saya ingin memeluk Nabi. Setiap hari saya berdoa, “Ya Allah, aku ingin memeluk Muhammad SAW. Maka pantaskan diriku, bimbing diriku ke jalan hidup yang Engkau ridhoi, bukan jalan yang Engkau murkai.”

(Dikutip dari buku Best Seller “ON” karya Jamil Azzaini dengan beberapa perubahan)

Subhanallah :’)

Jujur waktu pertama kali membaca kutipan di atas, saya merasakan goncangan yang luar biasa di dalam hati. Entah itu haru, sedih, bahagia, sulit didefinisikan.

Irikah juga kita dengan Ukasyah? Dia dijanjikan masuk surga oleh Rasulullah langsung, bahkan sempat memeluk beliau sebelum ajal menjemput Rasulullah.

Rindukah kita dengan Rasulullah? Ditengah penderitaannya merasakan 300 tusukan pedang saat sakaratul maut, beliau masih memohon untuk ditambah lagi sakitnya demi keringanan sakaratul maut untuk umatnya. MasyaAllah, beliau mengkhawatirkan kita, padahal kita belum tentu merasa ada yang mengkhawatirkan kita seperti beliau. Mana wujud kasih sayang dan terima kasih kita sebagai umatnya? Betapa hinanya kita.Astagfirullahal'adziim ;( 

Yaa Nabi Salaam ‘Alaikaa…
Yaa Rasul Salaam Salaam ‘Alaikaa…
Yaa Habiib Salam ‘Alaika…
Sholawatullaah ‘Alaika….

Setelah saya membaca kisah tersebut saya tiba-tiba merasakan suatu perasaan rindu, suatu impian, dan suatu harapan supaya suatu saat di akhirat nanti, di surga tepatnya, saya dapat memeluk Rasulullah dengan rasa rindu yang sangat dalam, rasa haru dan bahagia sekaligus. Kemudian saya membayangkan Rasulullah mengusap-usap kepala saya sambil tersenyum bangga. Entah kenapa doa, harapan dan semangat saya untuk berbuat baik dan menghidupkan sunnah-sunnah juga menjadi bertambah, ingin rasanya supaya dipantaskan oleh Allah untuk memeluk Rasulullah seperti Ukasyah di akhirat nanti dan supaya bisa merasakan betapa sayangnya Rasulullah kepada kita dengan Syafa’at dari beliau.

Inilah visi akhirat, visi yang mengarahkan kita ke jalan Allah, jalan yang lurus, jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan yang dimurkai-Nya, dan bukan pula jalan yang sesat. Menjadikan kita hidup dengan semangat, terarah, jelas, dan cerah. Memantaskan hal-hal yang terbaik untuk kita dengan cara menjadi yang terbaik juga.

Mau? 
Mana visi akhiratmu?


Maaf bila ada kesalahan, saya hanya berusaha berbagi. Kebenaran hanya milik Allah SWT.

Semoga Bermanfaat.

Terima Kasih

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh :)

Sabtu, 08 Desember 2012

Mencegah Pikiran Negatif

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Kali ini ada tambahan ilmu lagi tentang Mencegah Pikiran Negatif. 
Silahkan disimak ;)


Berpikir negatif untuk sebagian besar dari kita mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.

Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:

1. Hidup di saat ini


Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.





2. Katakan hal positif pada diri sendiri



Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.





3. Percaya pada kekuatan pikiran positif



Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.



4. Jangan berdiam diri

Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.





5. Fokus pada hal-hal positif



Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.





6. Bergeraklah



Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.




7. Hadapi rasa takutmu


Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.




8. Coba hal-hal baru

Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.




9. Ubah cara pandang



Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.




Apabila ada kesalahan saya mohon maaf.
Mohon kritik dan sarannya untuk kemajuan kita bersama.
Semoga bermanfaat ;)

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Sumber